Senin, 19 Juli 2010

AMONIASI JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Limbah hasil panen padi yang jumlahnya sangat melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani adalah jerami. Jerami padi yang produksinya kurang lebih 12-15 ton per hektar hanya akan dibakar oleh petani. Selain dibakar kadang-kadang hanya ditumpuk menjadi sarang hama dan penyakit tanaman. Sangat sia-sia bukan? Selain mengakibatkan polusi udara pembakaran jerami juga akan meningkatkan efek rumah kaca pada bumi kita ini.

Dilain sisi, peternak-peternak sapi dan domba (ruminansia) kita sangat kesulitan mengelola pakan untuk ternak mereka. Hijauan dan rumput semakin sulit diperoleh karena luas lahan semakin menyempit. Tak luput dari pengamatan mereka, jerami padipun akhirnya digunakan sebagai pakan untuk ternak mereka.

Yang menjadi masalah adalah bahwa jerami ketika diberikan sebagai alternatif makanan untuk ternak akan sulit sekali dicerna oleh lambung mereka. Kandungan lignin, selulosa dan silica pada jerami yang mengakibatkan sulit dicerna oleh ternak-ternak tersebut. Sehingga jerami hanya akan menjadi makanan asal kenyang bagi ternak tetapi tidak bisa menggemukkan mereka. Lalu apa solusinya?

Tentunya jerami tersebut harus diolah terlebih dahulu agar bisa menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi bagi ternak. Dalam postingan terdahulu kita telah membahas tentang pengolahan jerami menjadi tape jerami. Sebenarnya ada alternatif pengolahan jerami padi yang lebih murah daripada membuat tape jerami (fermentasi jerami).

Amoniasi merupakan proses pengolahan jerami yang praktis untuk menghancurkan ikatan lignin, selulosa dan silica pada jerami tersebut. Karena unsur tersebutlah yang menjadi penghambat daya cerna jerami. Dengan amoniasi juga akan meningkatkan kandungan protein dan karbohidrat pada jerami padi. Selain itu amoniasi juga akan membebaskan jerami dari kontaminasi mikroorganisme.

Cara pembuatan amoniasi jerami:

  1. Siapkan jerami kering (tidak busuk, tidak bekas terendam dan tidak rusak)
  2. Buat kotak kayu dengan ukuran kurang lebih 50 cm x 50 cm x 100 cm.
  3. Masukkan dan padatkan jerami pada kotak tersebut
  4. Keluarkan jerami dan ikat
  5. Timbun jerami yang berbentuk kotak tersebut diatas lembaran plastik yang lebar
  6. Taburi 4-8 % dari berat jerami pada tiap tumpukan tersebut
  7. Bungkus rapat-rapat jerami tersebut dengan plastik yang telah dipersiapkan
  8. Simpan ditempat yang teduh dan terhindar dari hujan dan panas
  9. Setelah satu bulan silakan buka dan lihat hasilnya
  10. Serbelum diberikan ke ternak, sebaiknya jerami diangin-anginkan dahulu untuk membuang amonia hasil proses amoniasi tadi.
  11. Pemberian jerami amoniasi bisa diberikan secara langsung atau dicampur dengan tetes tebu (molase).
  12. Jerami amoniasi diberikan 10 % dari berat badan per hari.

Semoga sedikit informasi ini bisa membatu rekan-rekan yang membutuhkan info tentang pengolahan jerami padi.

-by maspary-


Terimakasih telah berkunjung ke GERBANG PERTANIAN, jika ingin melengkapi artikel ini silahkan tulis di kolom komentar. Jika anda menyukai artikel ini bagikan ke rekan-rekan anda dengan mengklik tombol suka dibawah ini..

0 komentar:

Posting Komentar