Tampilkan postingan dengan label KACANG PANJANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KACANG PANJANG. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Agustus 2010

TEHNIK MENINGKATKAN PRODUKSI KACANG PANJANG

KACANG PJG Salam Pertanian! Dalam upaya meningkatkan produksi kacang panjang pasti sudah termasuk dalam sistem budidaya tanaman tersebut. Namun secara umum belum dibahas secara khusus tentang teknik meningkatkan produksi kacang panjang. Oleh karena itu saya ingin mengupas tersendiri tentang tehnik meningkatkan produksi kacang panjang sejauh pengetahuan dan pengalaman saya.

Untuk meningkatkan produksi kacang panjang ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Benih. Pilih benih yang berkualitas dan yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Jangan membenih sendiri kalau tidak terpaksa, kalau terpaksa cukup menurunkan sekali atau dua kali saja. Dalam hubungan dengan penyakit kuning coba tanam benih kacang katrina (menurut informasi benih ini relatif lebih tahan terhadap penyakit kuning)
  2. Jarak tanam. Untuk meningkatkan produksi kacang panjang gunakan jarak tanam yang tepat, Jangan terlalu rapat karena hanya akan menghasilkan daun yang lebat. Menurut pengamatan saya jarak tanam yang ideal adalah 80 cm X 20 cm tapi satu lobang satu biji.
  3. Pemupukan. Untuk meningkatkan produksi kacang panjang gunakanlah pupuk yang berimbang, jangan terlalu banyak urea kalau perlu jangan gunakan urea tapi Za atau NPK. Mengenai jumlah sesuaikan dengan lokasi dan kesuburan tanah anda
  4. Ajir. Gunakan ajir setinggi 2 m dan jangan pasang ajir membentuk segitiga (menghubungkan ujung ajir yang berdekatan). Pasang ajir tegak lurus dan hubungkan/ kuatkan ujung-ujung ajir dengan tali. Kalau perlu hubungkan keempat penjuru ujung ajir dengan tali.
  5. Bedeng tanam. Bedeng tanaman perlu diatur supaya nanti jika tanaman dewasa akan memperoleh pencahayaan yang maksimal karena produksi tanaman kacang panjang sangat peka terhadap pencahayaan. Semakin memperoleh cahaya yang banyak akan semakin tinggi produksinya. Untuk meningkatkan produksi kacang panjang buat bedeng membujur dari timur kebarat (searah pergerakan matahari).
  6. Pengendalian Hama dan penyakit tanaman kacang panjang. Penyakit kacang panjang masih relatif belum perlu dikendalikan karena selama pengalaman saya belum saya temui penyakit kacang panjang yang bisa menggagalkan panen. Hama utama yang perlu dikendalikan untuk meningkatkan produksi kacang panjang adalah aphids sp dan ulat maruca testulalis. Untuk mengendalikan aphids sp sebenarnya mudah yaitu gunakan konfidor, mesurol, curacron, monokrotofos dll. Untuk mengendalikan ulat maruca testulalis saya telah memosting tersendiri, silakan baca disini.

Demikian postingan sederhana tentang bagaimana tehnik meningkatkan produksi kacang panjang, tentunya tulisan ini masih perlu banyak masukan karena tulisan ini hanya hasil dari pemikiran dan pengalaman saya dilapangan selama saya bergaul dengan para petani. tetapi besar harapan saya agar tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. amin.

-by maspary-

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Minggu, 11 Juli 2010

MENGENDALIKAN HAMA ULAT BUNGA/ BUAH KACANG PANJANG (Maruca sp)

images Sampai saat ini hama tanaman kacang panjang yang terpenting dan paling sulit dikendalikan adalah hama ulat kacang (Maruca sp). Petani biasanya kurang memahami gejala awal dari serangan hama ini karena serangan hama ini biasanya dimulai dari fase pembungaan pada tanaman kacang.

Gejala awal biasanya dimulai dengan gugurnya bunga kacang satu persatu, ketika memasuki masa pembungaan maksimal maka akan terjadi rontok bunga kacang yang luar biasa banyak mencapai 90%. Sehingga petani bisa gagal panen.

Ada cara untuk melihat ulat ini pada bunga kacang panjang. Coba cari bunga kacang panjang yang belum rontok dan yang ada lubang sekecil jarum (terlihat seperti titik hitam). Buka bunga kacang tersebut secara perlahan-lahan. Pasti didalamnya ada ulat sebesar rambut dengan warna hitam kecoklatan.

Jika gejala serangan terjadi pada saat pembuahan maka petani baru sadar bahwa tanaman kacang panjangnya telah terserang hama ulat kacang. Biasanya hama ini akan membuat lubang gerek pada buah kacang yang dimakannya. Dan akan membesar diri disitu sampai membentuk fase pupa.

Cara Mengendalikan Hama ulat bunga/ buah kacang panjang:

  1. Harus dimulai dari mengatur jarak tanam yang tidak terlalu rapat
  2. Jaga kebersihan lingkungan tanam terutama dari rumput-rumput liar
  3. Menggunakan pestisida kimia yang handal dan dengan timing yang tepat. Kalau anda ingin menggunakan pestisida yang bisa diandalkan untuk hama ini gunakanlah Proclaim atau virtako (cara penggunaan bisa lihat brosur). Cukup gunakan setengah bulan satu kali. Namun jika terkendala masalah harga anda bisa menggunakan Buldok. Jika anda menggunakan buldok penyemprotan harus dimulai dari fase awal pembungaan bahkan sebelum ada serangan (itu kuncinya), dan penyemprotan dilakukan rutin 1 minggu 1 kali (wah tidak sesuai dengan PHT donk). yach memang hama ini memang sangat susah dikendalikan jika sudah terlanjur menyerang.

-by maspary-

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Kamis, 17 Juni 2010

BUDIDAYA KACANG PANJANG YANG EFEKTIF

kacang panjang Salam pertanian! Kacang panjang ( Vigna spp.). di Indonesia merupakan mata dagangan sehari-hari. Pendayagunaan kacang panjang sangat beragam, yakni dihidangkan untuk berbagai masakan mulai dari bentuk mentah sampai masak. Prospek ekonomi dan sosial kacang panjang sangat cerah, sehingga budidaya kacang panjang cukup menjanjikan.

Dalam tahun-tahun terakhir banyak permintaan baik dalam maupun luar negeri, dimana permintaan tersebut belum terpenuhi. Kacang panjang juga dipromosikan sebagai sumber protein dan mineral. Dengan demikian sayuran ini menarik perhatian konsumen yang mengerti arti nilai gizi dan kualitas makanan.

Sentra penanaman kacang panjang di Indonesia didominasi oleh Pulau Jawa terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DI Aceh, Sumatra Utara, Lampung dan Bengkulu.

Klasifikasi botani tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut:
a) Divisi : Spermathophyta
b) Sub Divisi : Angiospermae
c) Class : Dycotyledoneae
d) Ordo : Leguminales
e) Famili : Papiolinaceae
f) Genus : Vigna
g) Spesies : Vigna spp.

Tanaman ini membentuk bintil akar yang memfiksasi nitrogen, sehingga pemupukan N untuk tanaman ini dapat dikurangi.

Spesies kacang panjang yang umum dibudidayakan antara lain:

  1. Kacang panjang tipe merambat (V. sinensis var. sesquipedalis) yang kita kenal sebagai kacang panjang biasa. Varietas yang ditanam adalah varietas unggul KP1 dan KP2, varitas lokal Purwokerto, no 1494 Cikole, Subang, Super Subang , Usus hijau Subang dll.
  2. Kacang panjang tipe tegak yaitu kacang tunggak/tolo/dadap/sapu (V. unguiculata L.), dan kacang uci/ondel (V. umbellata ). Varitas unggul adalah KT1, KT2, KT3.
  3. Kacang panjang hibrida (V. sinensis ssp. Hybridus) seperti kacang bushitao. Varitas yang dirilis adalah No. 10/a, 12/a, 13/a, 14/a, 17/a, 18/a dan EG BS/2.

SYARAT PERTUMBUHAN

Iklim

a) Suhu idealnya antara 20-30 derajat C.
b) Tempat terbuka (mendapat sinar matahari penuh).
c) Iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun.

Media Tanam

a) Hampir semua jenis tanah cocok untuk budidaya kacang panjang, tetapi yang paling baik adalah tanah Latosol/lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik.
b) Tanah kemasaman (pH) sekitar 5,5-6,5. Bila pH terlalu basa (diatas pH 6,5) menyebabkan pecahnya nodula-nodula akar.

Ketinggian Tempat

Tanaman ini tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah dan dataran tinggi ± 1500 m dpl, tetapi yang paling baik di dataran rendah. Penanaman di dataran tinggi, umur panen relatif lama dari waktu tanam, tingkat produksi maupun produktivitasnya lebih rendah bila dibanding dengan dataran rendah. Ketinggian optimum adalah kurang dari 800 m dpl.

TEKNIK BUDIDAYA YANG EFEKTIF

Pembibitan

Persyaratan Bibit
Bibit kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: Penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.

Penyiapan Bibit
Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

Pengolahan Tanah

Pembentukan Bedengan

Lahan dibersihkan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak sedalam 30 cm hingga tanah menjadi gembur. Buat parit keliling, biarkan tanah dikeringkan selama 15-30 hari. Setelah 30 hari buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm.

Teknik Penanaman

Penentuan Pola Tanam
Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai.

Cara Penanaman
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan abu dapur.

Pemeliharaan Tanaman

Penyulaman
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari kemudian. Benih yang tidak tumbuh segera disulam.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

Pemangkasan/Perempalan
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

Pemupukan

  1. Pupuk Dasar

    Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari kondisi lahan, sebaiknya kacang panjang tidak menggunakan urea tapi cukup pupuk Za 50/ ha kg dan NPK 100 kg/ha.

  2. Pupuk Susulan
    Pupuk susulan tanaman kacang panjang tipe merambat, diberikan 4 minggu setelah tanam, pupuk berupa NPK 100 kg/ha.

Pengairan
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.

Hama dan Penyakit

Hama

  1. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
    Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan pemberian regent G pada saat tanam kacang.
  2. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
    Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan
  3. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
    Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong. Pengendalian: dengan peraikan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak, perangkap hama kimiawi dan insektisida virtako.
  4. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
    Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%. Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
  5. Ulat bunga ( Maruca testualis)
    Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. Disemprot dengan insektisida proclaim.

Penyakit

  1. Antraknose
    Penyebab: jamur Colletotricum lindemuthianum. Gejala: serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan fungisida Dithane M-45
  2. Penyakit mozaik
    Penyebab: virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV. Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun. Pengendalian: dengan menggunakan benih yang sehat dan bebas virus, disemprot dengan insektisida yang efektif untuk kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
  3. Penyakit sapu
    Penyebab: virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus. Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
  4. Layu bakteri
    Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum E.F. Smith. Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyebakan tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati.

Panen

Ciri dan Umur Panen

Panen kacang panjang dibedakan dua macam, yaitu panen polong muda dan polong tua atau biji-bijinya.

  1. Panen polong muda
    Ciri-ciri polong yang siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
  2. Panen polong tua
    Ciri-ciri kacang tunggak yang siap panen adalah polong-polongnya telah cukup tua, biji-biji menonjol dan kulit luar berwarna hijau kekuningan. Umur panen 3-3,5 bulan dan waktu panen pada pagi/sore hari.

Cara Panen

Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam. Sedangkan untuk kacang pancang tipe tegak dengan cara mencabut/memotong pangkal batang tanaman setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah.

Perkiraan Produksi
Produksi polong muda per satuan luas dapat mencapai minimal 2,0 ton/ha, tergantung varietasnya. Pada varietas KP-I dapat mencapai 6,2 ton/ha dan KP-2 sebesar 2,1 ton/ha. Dan produksi kacang panjang tipe tegak berkisar antara 2,0-5,0 ton biji kering.

Pascapanen

Pengumpulan
Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu dicuci dan ditiriskan. Untuk polong tua setelah dikumpulkan, lalu polong dikeringkan dengan cara dijemur sampai kadar air 12-14%.

Penyortiran

Memisahkan polong muda yang baik dengan yang rusak. Untuk sasaran pasar ekspor, kriteria mutu polong muda yaitu ukuran polong minimal 20 cm, tingkat ketuaan polong tergolong muda, penampakan biji tidak menonjol dan warna hijau dan segar. Sedangkan untuk polong tua yang sudah kering dipisahkan dari kulit polong, dan biji dikeringkan sampai 12%-14% kadar airnya.

Penyimpanan
Untuk mempertahankan kesegaran polong, penyimpanan sementara sebelum dipasarkan sebaiknya di tempat teduh. Penggunaan remukan es/lemari pendingin, sedangkan polong tua disimpan di dalam kaleng dan diletakkan di tempat yang kering dan sirkulasi udara baik.

Pengemasan dan Pengangkutan

Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg. Ikatan dikemas dalam karung goni yang berventilasi/dikemas dalam kantong plastik polytelyne. Alat angkut yang digunakan dapat dengan cara dipikul, menggunakan jasa kendaraan/alat transportasi lainnya. Untuk polong tua dikemas dalam kaleng yang ditutup rapat. Sebelum dimasukkan ke dalam wadah sebaiknya dicampur dulu dengan minyak jagung supaya terhindar dari hama penggerek biji.

Penanganan dalam pengemasan kacang panjang dalam bentuk polong tua adalah sebagai berikut:
a) Campurkan biji kacang dengan minyak jagung (10 cc/kg biji).
b) Biji kacang ditempatkan dalam wadah bersih dan ditutup rapat.
c) Biji kacang disimpan di ruangan yang kering dan bersih.

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg