Tampilkan postingan dengan label Hidroponik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidroponik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juni 2014

MEMILIH MEDIA TANAM HIDROPONIK

Salam Tani !! Bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian yang hidup diperkotaan tentu tidak asing lagi dengan cara tanam hidroponik. Bahkan budidaya secara hidroponik juga sudah dikenal oleh masyarakat pedesaan. Walaupun membutuhkan biaya yang mahal dan perencanaan desain sedikit ribet namun hidroponik memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan cara tanam dengan media tanah.

Beberapa kelebihan tanaman hidroponik antara lain ramah lingkungan, hemat air karena penggunaan  air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin. Tanaman hidroponik tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas.  Lebih hemat waktu dan tenaga karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari.  Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga. Dapat tanam di mana saja bahkan di garasi dan tanah yang berbatu dan  dapat ditanam kapan saja karena tidak mengenal musim.

 

Persyaratan Media Tanaman Hidroponik

Media tanaman hidroponik yang ideal untuk tanaman hidroponik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Bersifat poros atau mudah membuang air yang berlebihan
  2. Berstruktur gembur, subur dan dapat menyimpan air yang cukup untuk pertumbuhan tanaman;
  3. Tidak mengandung garam laut atau kadar salinitas rendah
  4. Keasaman tanah netral hingga alkalis, yakni pada pH 6 – 7
  5. Tidak mengandung organisme penyebab hama dan penyakit;
  6. Mengandung bahan kapur atau kaya unsur kalsium.

Beberapa contoh media tanam hidroponik adalah :

  1. Arang sekam
  2. Pasir
  3. Kerikil batu bata
  4. Zeolit
  5. Serbuk Serabut kelapa
  6. Serbuk serat pakis (yang biasa untuk media tanam anggrek)

Namun hidroponik juga bisa dibuat dengan tanpa menggunakan media tanam seperti yang maspary lihat di tempatnya mas Heri (Desa Suro, Kec. kalibagor, Kab. Banyumas). Sistem hidroponik yang dilakukan dengan  tanpa menggunakan bantuan media tanam dibuat  dengan cara menggantung tanaman sehingga separuh dari akar akan tercelup oleh larutan hidroponik. Dengan cara ini maka akar akan memperoleh keseimbangan antara nutrisi dan aerasi, akar bisa tumbuh sehat dan tidak busuk.

 

DSCN7194Gambar : Sistem hidroponik tanpa media tanam untuk budidaya  tanaman cabe rawit (koleksi mas Heri )

 

Demikian artikel singkat dari maspary tentang memilih media tanam hidroponik semoga bisa menambah semangat kita untuk bertani walaupun lahan kita sangat terbatas dan atau pekarangan kita sudah penuh dengan batu atau plester semen.

 

Sukses Petani Indonesia  !!

        Maspary

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg

Senin, 12 Mei 2014

MEMBUAT NUTRISI ORGANIK UNTUK HIDROPONIK

Sebenarnya resep ini untuk pembuatan pupuk organik cair (pupuk daun organik), akan tetapi karena EC nya rendah bisa digunakan untuk nutrisi hidroponik dengan pengenceran tertentu.

membuat-nutisi-organik-untuk-hidroponik

Cara membuat nutrisi organik untuk hidroponik ini saya dapatkan dari seorang dosen ilmu tanah UNSOED Purwokerto bernama Bp.Ir. Ismail (maaf kalau saya salah menulis gelarnya). Beliau seorang dosen ilmu tanah yang sudah berpengalaman (senior). Alhamdulillah beliau mau berbagi dengan rekan-rekan Gerbang Pertanian semua. Resep tersebut sudah diuji coba oleh beliau. Tapi maspary sendiri belum sempat mencobanya.

 

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat nutrisi hidroponik organik:

  1. 300 kg kotoran kambing
  2. 500 kg jerami
  3. 100 kg arang sekam
  4. 100 kg dedak/ bekatul
  5. 300 gr belerang
  6. 17 kg daun lamtoro/ kacang-kacangan
  7. 6 kg daun sirsak
  8. 2,5 kg tetes/ gula
  9. 1 lt Em4/ mikroorganisme
  10. Air bersih secukupnya

Alat-alat yang digunakan :

  1. Water toren atau terpal sebagai wadah
  2. Aerator 45 lt/ menit dan selangnya

Cara Membuat nutrisi organik untuk hidroponik :

  1. Cincang daun lamtoro dan daun sirsak
  2. Masukkan semua bahan ke dalam water turen atau terpal yang sudah dibentuk bak
  3. Masukkan air bersih hingga kondisi macak-macak
  4. Beri udara dengan aerator hingga terjadi fermentasi aerob
  5. Biarkan selama 30 hari
  6. Ambil airnya dengan cara di saring

Cara menggunakan nutrisi organik untuk hidroponik :

  1. Ambil larutan bagian atas yang tidak ada endapannya.
  2. Cairan hasil fermentasi di encerkan dengan perbandingan 1 : 10 (10 bagian air dan 1 bagian poc)
  3. Gunakan larutan ini untuk penyiraman atau nutrisi hidroponik.
  4. Bisa juga digunakan untuk penyemprotkan tanaman.
  5. Gunakan ampasnya untuk pupuk organik padat (media tanam dalam pot)
  6. Karena resep ini organik dan tidak baku sebaiknya dalam pembuatannya dibuat dalam skala lebih kecil dan penggunaannya juga diuji coba untuk beberapa tanaman dulu agar jika terjadi kesalahan tidak terlalu banyak.

Resep atau formula tersebut menurut maspary belum baku, masih bisa dikembangkan dan dimodifikasi. Menurut Bpk Ismail, nutrisi organik untuk hidroponik tersebut telah diuji di laboratorium terpadu Unsoed dan hasilnya lumayan lengkap unsur hara makro dan mikronya, cuma sayangnya maspary lupa menanyakan berapa total kandungannya.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi anda rekan-rekan Gerbang Pertanian pecinta hidroponik. Selamat mencoba semoga berhasil, jika sudah berhasil silahkan tambahkan pengalaman di kotak komentar blog ini.

 

Sukses Petani Indonesia !!

        Maspary

 photo iklan posting BPBAG 517 x100_zpseeqcylwf.jpg